Studi Banding Akreditasi Internasional (AUN-QA) ke UNS

Juli 11, 2018 oleh : superadmin-acc

Rabu (04/07). Dalam Studi Banding Akreditasi ke UNS, rombongan terdiri dari 2 orang. Rizal Yaya (Dekan FEB) dan Sigit Arie Wibowo (Sekprodi Akuntansi). Rombongan berangkat dari Yogya jam 09.00 WIB dengan menggunakan mobil universitas. Tiba di Solo jam 10.30 WIB. Dilanjutkan dengan menghadiri undangan pengukuhan Guru Besar Prof Hasan Fauzi. Beliau juga selaku Editor in Chief Social Responsibility Journal (Q3 Scopus).

FEB UNS adalah salah satu fakultas yang sudah memperoleh akreditasi ABEST. Dalam kunjungan yang dijadwalkan pada jam 13.00, rombongan disambut oleh Dr. Agung Prabowo (Wadek Bidang Akademik UNS). Ada beberapa poin yang tim dapat dari kunjungan dengan beliau, diantaranya akreditasi AUN-QA atau ABEST mana yang terlebih dahulu diprioritaskan untuk diambil akreditasinya? Dalam pandangan beliau, untuk perbaikan mutu internal prodi, AUN –QA adalah pilihan yang tepat karena fokus memastikan kualitas pembelajaran agar konsisten dengan outcome pembelajaran yang diharapkan prodi. Berdasarkan pengalaman beliau, guideline untuk AUN-QA lebih rigid. ABEST menurut beliau juga lebih ke prestise saja, tidak banyak pengaruhnya terhadap proses internal.

Beliau juga memaparkan gambaran proses persiapan untuk akreditasi itu seperti apa. Lebih lanjut dalam diskusi tersebut, menurut beliau akreditasi AUN-QA akan memperkuat akreditasi BAN-PT. Jika suatu prodi sudah mendapat AUN-QA, maka asesor akan punya pandangan positif terhadap kualitas prodi tersebut.

Dengan adanya upaya akreditasi Internasional biaya yang dikeluarkan memang sangat besar. Perlu ada support serius dari pimpinan universitas. Biaya yang muncul diantaranya: training untuk perwakilan prodi selama seminggu di Bangkok (Thailand), biaya pendaftaran prodi sebagai member, penyiapan data riil terkait kebutuhan pengguna yang di bidik (industri/dunia kerja), biaya visitasi dan penyiapannya, biaya penyiapan dokumen dan implementasi sistem yang sesuai standar AUN-QA termasuk standar soal ujian, pungkas beliau.