Berbicara mengenai pajak, maka akan terngiang di kepala kita bahwa baru-baru ini pemerintah telah mencanangkan Tax Amnesty (Pengampunan Pajak) yang diharapkan membuat investasi meningkat,  dimana jika investasi tersebut meningkat maka akan menyerap tenaga kerja dan menciptakan keadilan bagi masyarakat. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan baik jika memiliki kemampuan pajak yang rendah.

Tepat tanggal 11 Mei 2017, Pusat Pengembangan Akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah menyelesaikan Brevet Pajak A & B Angkatan 54. Antusiasme peserta brevet dari proses pendaftaran sampai selesainya kegiatan ini, meskipun ditengah tengah kesibukan kuliah atau kerja, mereka sangat menikmati proses belajar mengajar brevet ini.

Selama 45 kali pertemuan yang berlangsung 2 bulan yaitu mulai tanggal 6 Maret 2017 sampai 11 Mei 2017 peserta diajarkan semua materi tentang pajak mulai dari Ketentuan & Tata Cara Umum Perpajakan, PPN, PPB, PPh, Potong Pungut, Akuntansi Perpajakan hingga Pemeriksaan Perpajakan. Pemateri-Pemateri yang di isi oleh pengajar brevet yang juga sering mengisi materi brevet perpajakan di Yogyakarta serta merupakan para ahli di bidang perpajakan yaitu Riyanto Sutiarso, S.E., M.Ak., Ak., CA., BKP., SAS., F. Triwibowo, S.S.T., Widodo, S.E., Toni Aris Margono, S.E., Dwi Antoro Setyawan, S.E., S.Ab., dan Edy Triyanto, S.E., M.M..

“Pelatihan Brevet Pajak A & B ini diadakan 2 kali setiap tahunnya, namun kami tetap mengharapkan jumlah peserta dan frekuensi pelatihan ini juga semakin meningkat. Semakin ke depan tenaga pajak semakin dibutuhkan di dunia kerja, tidak hanya untuk sekedar melengkapi portofolio namun juga diharapkan lulusan kami ada yang bisa lulus Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP). Peserta tahun ini sangat antusias karena tidak hanya mahasiswa dan alumni akuntansi UMY saja yang ikut, tetapi juga mahasiswa dan alumni dari jurusan lain di UMY bahkan universitas lain di Yogyakarta, karena memang pelatihan ini terbuka untuk umum, tidak hanya mahasiswa akuntansi.” Ujar Abdurrahman Maulana Asisten Staff PPA FEB UMY.

Nilai pada sertifikat ini akan dibagi menjadi 4 kategori yaitu Sangat Memuaskan, Memuaskan, Cukup Memuaskan & Kurang Memuaskan. Kriteria tersebut ditentukan oleh kapasitas peserta tersebut dalam memahami perpajakan dan juga skill perpajakan. Tingkat kehadiran harus diatas 80 %. Jika kehadiran dibawah 80% maka nama peserta yang bersangkutan akan dicoret dari daftar hadir dan tidak bisa mendapatkan sertifikat brevet. Jadi, mahasiswa dan alumni jangan sia-siakan kesempatan ini, mari bergabung bersama PPA FEB UMY. (Maulana)

Sharing is caring!